Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri memastikan hak belajar ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manjung tidak akan terputus.
Hal ini menyusul adanya kasus dugaan tindak pelecehan seksual yang menjerat pendirinya, Bripka E, yang membuat ratusan santri terpaksa dipulangkan ke kediaman masing-masing.
Ponpes Manjung pun kini tidak aktif lagi.
Menyikapi hal ini, Kemenag Wonogiri berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri untuk memfasilitasi santri yang menempuh pendidikan formal di sekolah filail.
Sementara bagi santri yang ingin berpindah ke pondok pesantren lain, Kemenag siap menjembatani komunikasi dengan ponpes yang ada di wilayah Wonogiri maupun daerah asal santri.
Namun, pihaknya masih akan melakukan pendalaman terkait santri yang telah pindah ponpes tersebut dapat melanjutkan pendidikannya.
"Contohnya filialnya dari SMP 4. Kalau nanti pindah di santri pondok pesantren yang jauh, tentu ndak bisa. Dan tadi kami sempat matur Pak Kepala Dinas, berarti bisa dikomunikasikan Pak, santri ini juga asalnya dari luar kabupaten."
"Kalaupun toh nanti diambil orang tua dan dilanjutkan sekolahnya di tingkat yang sama, mungkin akan dikomunikasikan di SMP-nya terdekat sana biar bisa menerima siswa tersebut. Karena ini santrinya jauh-jauh. Tadi dari tracking-nya, ini kan kebanyakan dari luar," urainya.
Di sisi lain, pihaknya memastikan bahwa aktivitas di Ponpes Manjung per hari ini sudah tidak lagi aktif.
Seluruh santri yang berjumlah ratusan telah dipulangkan. Hanya menyisakan dua santri yang saat ini tengah menunggu penjemputan oleh orang tua atau wali masing-masing.
Terdapat 120 santri di Ponpes Manjung tersebut, mereka berasal dari wilayah Soloraya dan Jawa Timur.
"Tadi tinggal dua, yang dua itu juga sudah mau diambil, tinggal nunggu saja. Artinya berarti di sana sudah habis santrinya saat ini, atau dipulangkan, diambil orang tuanya," jelasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo mengatakan, terdapat sejumlah rumusan yang didapatkan dari hasil rapat agar para santri mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak.
"Ya, jadi kita sempat melakukan rapat koordinasi dengan beberapa dinas terkait, dengan tujuan untuk ketika kita melakukan penindakan hukum terhadap pelaku yang notabene memiliki pondok pesantren, untuk para santri atau pun siswa ini bisa meneruskan kehidupan sehari-hari dan pendidikannya, supaya tidak telantar," ujar Agung di Polres Wonogiri, Senin (20/7/2026).
Rumusan-rumusan tersebut yakni, adanya pondok tampungan yang dapat digunakan untuk para santri Pondok Manjung.
"Kemudian yang terkait dengan pendidikannya, yang masih duduk di bangku SMP, kelas filial, itu sudah dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan di mana santri tersebut tinggal saat ini," katanya.
"Dan ada santri yang berasal dari Majalengka, sudah ditempatkan di SMP, salah satu SMP di Purwantoro. Jadi, insyaallah tidak ada yang sampai telantar," imbuhnya.
Ia menjelaskan, ada 57 santri yang terkait dengan kelas filial jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
"Sudah diposkan yang 57 orang ini. Untuk yang SD juga sudah tadi dari Kepala Dinas Pendidikan juga sudah menyampaikan, akan dipos-poskan juga di SD-SD di mana santri tersebut tinggal saat ini," tandasnya.
Sebelumnya: Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah
Selanjutnya: BGN Lapor ke DPR: Bicara WTP BPK di Era Dadan hingga Ungkap Daftar Utang
Artikel Terkait
- Saksikan Ibunya Rekonstruksi Bunuh Ayahnya di Banyumas, Anak Korban Pingsan dan Histeris
- Viral Pria Pamer Alat Kelamin di JPO Grogol Jakbar, Polisi Selidiki
- Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
- Waka BGN Ungkap Prabowo Minta Seluruh Menteri Terkait Bantu Benahi MBG
- Apple dan Nvidia Kejar-kejaran Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
- Setelah Pirlo dan Mancini, Palladino Kandidat Baru Latih Timnas Italia
- Kejagung Bentuk Penyidik Khusus Tangani Febrie Adriansyah, Jamin Independen
- Tak Sekadar Naik Perahu, Wisatawan Bisa Mendengar Kisah Waduk Sermo dari Atas Kapal
