Paniknya Ibu-ibu di Bogor Lihat 2 Ular King Cobra, Minta Bantuan Damkar

Seorang ibu-ibu melihat ular king cobra sedang kawin di Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Dia melihatnya ketika menjemur pakaian.
Kadis Damkar Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan ibu-ibu tersebut kemudian panik lalu berteriak. Sontak, hal itu mengundang perhatian warga sekitar.
"Ibu-ibu melihat dua ular berjenis king cobra sedang kawin saat sedang menjemur pakaian, karena panik langsung teriak terdengar oleh pelapor," kata Yudi, Jumat .
Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran. Mereka meminta bantuan petugas untuk mengevakuasi ular.
"Setelah itu pelapor berinisiatif menghubungi kantor Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Cariu untuk evakuasi ular king cobra tersebut," bebernya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Setelah menerima laporan warga, petugas segera menuju lokasi kejadian.
Tak sampai 15 menit setelah menerima laporan, petugas tiba di lokasi. Setiba di lokasi, petugas segera melakukan evakuasi hingga ular bisa diamankan.
"Situasi akhir kondusif, ular king kobra berhasil dievakuasi oleh tim. Evakuasi dilakukan selama 45 menit," pungkasnya.
Lihat juga Video 'Warga Polman Tangkap Piton 8 Meter, Awalnya Dikira Keranjang Durian':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar, Itu Pemimpin Pengkhianat!
Selanjutnya: BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih
Artikel Terkait
- Rekam Jejak Pertemuan Spanyol Vs Argentina Jelang Final, termasuk Pembantaian 6-1
- MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
- Raih Sepatu Emas, Mbappe Tinggal di Kawasan Super Eksklusif Madrid
- Respons Thomas Tuchel soal Kritik Kepadanya Usai Inggris Kalah dari Argentina
- Viral Anjing Husky Berdarah Dibacok di Babelan Bekasi, Pelaku Dicari
- Resep Lodeh Bumbu Iris Sederhana, Gurih Santan Sedap
- Klinik Morula IVF 28 Tahun, Saat Teknologi Reproduksi Buka Jalan Menjadi Orangtua
- Solusi Bangunan Terpadu: Tekan Biaya Renovasi Melalui Inovasi Material
