Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan

Dengan demikian, Prabowo meyakini untuk pertama kali dalam sejarah pemerintah memiliki rantai pasok yang terjaga dari pusat sampai ke desa.
Peran KDMP tak hanya menjadi pemasok, tetapi juga menjadi penjaga kelangkaan barang saat permintaan masyarakat melonjak.
"Kita sekarang tidak bisa kita di-blackmail, tidak bisa nanti ada barang langka, tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis. Mau Idul Fitri, barang langka, mau tahun baru, barang langka," katanya.
Dengan adanya KDMP, jaringan distribusi bisa terjaga dan deteksi dini pasokan berlebih di satu daerah bisa segera teratasi dengan distribusi ke daerah yang membutuhkan.
"Suatu desa kelebihan telur, di desa lain kurang, kita akan paham dan mengerti, dan kita akhirnya akan lebih baik dan lebih cepat untuk mengendalikan inflasi," tuturnya.
Prabowo percaya, pembangunan Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih adalah program untuk mengamankan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Sebelumnya: PWI Polisikan Hotman Paris Buntut Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak'
Selanjutnya: Peringatan Hari Anak Nasional, Pramono Pesan Anak Harus Punya Waktu Bermain
Artikel Terkait
- Kejagung Respons soal Rumah Febrie Adriansyah di Sentul yang Tak Masuk LHKPN
- Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
- Gerindra Bantah Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum
- Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
- Kenapa Negara Teluk Getol Berinvestasi di Afrika?
- Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang
- Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
- Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
