Kekeringan Meluas di Karawang, Enam Desa Terdampak, BPBD Salurkan 152.000 Liter Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat ribuan warga terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.
Hingga saat ini, sebanyak 2.585 kepala keluarga atau 7.704 jiwa di enam desa mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk terus melakukan distribusi bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Seberapa luas dampak krisis air bersih di Karawang?
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram mengatakan bahwa wilayah terdampak kekeringan tersebar di tiga kecamatan dengan jumlah warga yang cukup signifikan.
"Sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini, kami terus menyalurkan bantuan air bersih ke daerah kekeringan," kata Ferry di Karawang, Senin (20/7/2026) dikutip dari Antara.
Berdasarkan data terbaru, terdapat enam desa yang terdampak krisis air bersih, yaitu:
Desa Mulangsari di Kecamatan PangkalanDesa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng di Kecamatan TegalwaruDesa Mulyasejati, Desa Kutanegara, dan Desa Parungmulya di Kecamatan CiampelSecara keseluruhan, sebanyak 7.704 jiwa atau 2.585 kepala keluarga membutuhkan pasokan air bersih di wilayah tersebut.
Bagaimana perkembangan jumlah warga terdampak?
Ferry mengungkapkan bahwa jumlah warga terdampak kekeringan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa dampak musim kemarau semakin meluas.
Tiga hari sebelumnya, BPBD Karawang mencatat sebanyak 5.494 warga atau 1.836 kepala keluarga terdampak di empat desa. Kini jumlah tersebut meningkat menjadi 7.704 jiwa di enam desa.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa penyusutan sumber air terjadi secara bertahap dan semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah.
Berapa jumlah bantuan air bersih yang telah disalurkan?
Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBD Karawang bersama instansi terkait telah mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
Berdasarkan data pembaruan per Senin (20/7/2026), total air bersih yang telah disalurkan mencapai 152.000 liter. Distribusi ini dilakukan secara bertahap ke desa-desa yang mengalami kesulitan air.
Upaya penyaluran tersebut difokuskan pada daerah yang mengalami penurunan sumber air secara signifikan, baik dari sumur warga maupun sumber air lainnya.
Ferry menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.
BPBD Karawang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, terutama di tengah kondisi kemarau yang berpotensi memperparah kekeringan.
Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.
Sebelumnya: Begini Cara BRI Permudah Layanan Keuangan WNI di Taiwan
Selanjutnya: Komisi I DPR-Kemhan Bahas Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
Artikel Terkait
- Pengasuh Ponpes di Wonogiri Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Modus Janjikan Sekolah Kedinasan
- Ancol sampai Dufan Gratiskan Tiket buat Anak-anak Selama 4 Hari, Mulai 23 Juli 2026
- Final Piala Dunia 2026: Tarian Tango Vs Flamenco
- TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi Madiun
- Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
- Demo Tuntut Penurunan Plt Rektor UINSA, Mahasiswa Bakar Ban dan Jas Almamater
- Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Orang Berhasil Evakuasi Mandiri
- Bupati Kulon Progo Ungkap Penyebab Kenakalan Pelajar: Berawal dari Pembiaran Hal-hal Kecil
