Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman

Rahman mengaku kerap memanfaatkan JPO tersebut untuk menuju berbagai fasilitas umum di seberang jalan, seperti bank.
Senada dengan Rahman, warga lainnya, Suhartati (53), mengatakan JPO selama ini menjadi akses penting bagi warga, termasuk para lansia meski harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menaiki tangga.
Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar warga tidak perlu memutar cukup jauh untuk menjangkau kawasan Kuningan Barat.
"Memang kalau JPO yang kayak lansia memang agak susah, karena kan dia kan naik tangga ya, jadi agak susah. Tapi sering kepakai. Ya, terserah pemerintah sajalah maunya gimana," kata Suhartati saat ditemui terpisah.
Menurut dia, zebra cross belum dapat menggantikan fungsi JPO di lokasi tersebut.
Sebab, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi saat jalan lengang, sementara pada jam sibuk arus lalu lintas sangat padat.
"Kalau zebra cross kayaknya agak susah ya. Soalnya kendaraannya kan kenceng banget, padat juga gitu," ujar dia.
Hal serupa disampaikan Nevi (48). Ia mengaku sedih melihat sisa-sisa beton JPO setelah proses pembongkaran.
Menurut Nevi, selama ini JPO menjadi akses utama bagi warga sekitar, termasuk para pekerja kantoran dan pekerja proyek yang mengontrak di Gang Jati.
"Tadi pagi ke depan lagi ngelihat sedih juga ya. Ya pengen secepatnyalah, secepatnya dibangun lagi ya. Amin. Di depan kan masih ada proyek, kasihan orang-orang proyek," tutur Nevi.
Nevi mengatakan, JPO juga kerap dimanfaatkan warga untuk mengakses halte Transjakarta di pemberhentian Kantor Pos Mampang maupun menghindari kemacetan di lampu merah persimpangan Jalan Kapten Tendean.
Ia sendiri sering menggunakan cara tersebut saat masih bekerja di kawasan Sudirman.
"Saya kan sebelumnya kerja di Sudirman. Jadi kalau posisinya macet, buru-buru dari ojek turun di situ, buat nyebrang," kata Nevi.
Adapun proses pembongkaran JPO Tendean selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah alat berat meninggalkan lokasi, truk pengangkut puing masih berada di pinggir jalan untuk memuat sisa material pembongkaran.
Jalan Kapten Tendean arah Blok M kemudian dibuka kembali pada pukul 21.45 WIB, menyusul jalur arah sebaliknya yang lebih dulu dibuka pada pukul 17.10 WIB.
Sebelumnya: Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Ratusan Karyawan Diliburkan Sementara Waktu
Selanjutnya: Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue Piala Presiden 2026, Polisi Siapkan Pengamanan Ketat
Artikel Terkait
- 10 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia 2026, Ada dari Indonesia?
- Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
- Cerita Pasutri Asal Tangerang Rutin Ikut Event Lari demi Jaga Keharmonisan Rumah Tangga
- Tim Investigasi dari Jakarta Berangkat ke Lokasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
- Benarkah Biaya Perawatan Motor Listrik Lebih Murah daripada Motor Bensin?
- Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS
- Dapat Penolakan, Tol Sicincin-Bukittinggi Tak Lewati Kubang Putih, Trase Baru Segera Disurvei
- Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam
